Teror Panah Wayer di Molantadu, Polres Gorut Tahan Dua Terduga Pelaku

 

Maestro-News.com, Gorontalo Utara — Kepolisian Resor Gorontalo Utara menahan dua orang terduga pelaku penyerangan menggunakan panah wayer yang mengakibatkan seorang warga terluka.

Kedua terduga pelaku kini menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.
Peristiwa tersebut diketahui bermula saat korban RP alias Rinton (40), warga Desa Dambalo, tertembak panah wayer ketika sedang berkendara di Desa Molantadu.

Akibat kejadian itu, korban sempat tidak sadarkan diri sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Kanit PPA Polres Gorontalo Utara, IPDA Jalu Giellbay, menegaskan bahwa laporan kasus tersebut baru diterima pihak kepolisian pada pagi hari, sehingga penanganan perkara langsung dilakukan.

“Untuk tindak lanjutnya, laporan baru masuk tadi pagi. Untuk sementara diduga pelaku berjumlah dua orang dan sudah kami tahan. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan,” ujar IPDA Jalu Giellbay saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya, Jumat (2/1/2026).

IPDA Jalu mengungkapkan, meskipun banyak kasus serupa sebelumnya berakhir dengan penyelesaian secara damai, kepolisian tidak ingin pola tersebut terus berulang. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen menaikkan proses hukum pada kasus ini.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kasat Reskrim. Kami mencoba memberikan contoh dengan menaikkan satu kasus terlebih dahulu. Tinggal menunggu perintah dari Kasat, dan kami akan memproses perkara ini sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Terkait isu perdamaian, IPDA Jalu menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada penyampaian resmi kepada pihak kepolisian.

“Opsi damai belum masuk ke kami. Belum ada penyampaian bahwa perkara ini telah diselesaikan secara damai. Memang ada informasi yang kami dengar dari keluarga terduga pelaku dan korban, namun itu belum disampaikan secara resmi,” jelasnya.

Lebih lanjut, berdasarkan laporan awal dari penyidik, kedua terduga pelaku diketahui masih berusia di bawah umur dan diduga berada di bawah pengaruh minuman beralkohol saat kejadian.

Sementara itu, motif penyerangan menggunakan panah wayer tersebut masih dalam tahap pendalaman. Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan serta pengambilan keterangan dari para pihak terkait.

“Untuk saat ini, proses penyelidikan dan pengambilan keterangan masih terus berjalan,” pungkas IPDA Jalu Giellbay.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *