Latihan Pencak Silat Usia Dini Bentuk Karakter dan Disiplin Anak di Kota Gorontalo

Iqbal Demanto
Pelatih pencak silat, Iqbal Demanto, bersama peserta mengikuti sesi latihan pencak silat usia dini di Stadion Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Kota Gorontalo. HO/Dok. Pribadi

maestro-news.com – Puluhan anak usia 6 hingga 12 tahun di Kota Gorontalo rutin mengikuti latihan pencak silat sebagai bagian dari upaya membangun karakter, menanamkan kedisiplinan, sekaligus menjaga kebugaran fisik sejak usia dini.

Program pembinaan tersebut diikuti peserta dari berbagai sekolah di Kota Gorontalo dengan materi latihan yang disesuaikan berdasarkan usia dan kemampuan masing-masing anak. Selain mempelajari teknik dasar bela diri, para peserta juga dibiasakan untuk menerapkan sikap disiplin, sportif, serta rasa percaya diri selama mengikuti latihan.

Pelatih pencak silat, Iqbal Demanto, yang merupakan mantan atlet pencak silat, mengatakan pembinaan usia dini dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan olahraga pencak silat kepada generasi muda.

“Kami ingin mengenalkan pencak silat kepada anak-anak sejak usia dini. Melalui latihan yang rutin dan menyenangkan, mereka tidak hanya belajar teknik bela diri, tetapi juga disiplin, percaya diri, dan memiliki karakter yang baik,” ujar Iqbal Demanto di Gorontalo, Senin (6/7/2026).

Iqbal menjelaskan, latihan dilaksanakan secara rutin satu kali dalam sepekan di sekolah masing-masing. Selain itu, seluruh peserta juga mengikuti latihan gabungan setiap pekan di Stadion Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi para peserta untuk berlatih bersama sekaligus meningkatkan kemampuan teknik dasar.

Menurutnya, setiap sesi latihan difokuskan pada penguasaan gerakan dasar, latihan koordinasi, keseimbangan, kelincahan, hingga pembentukan fisik secara bertahap. Pendekatan itu dilakukan agar anak-anak dapat menikmati proses latihan tanpa merasa terbebani.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian latihan, mulai dari pemanasan, baris-berbaris, lari, latihan gerakan dasar, hingga tendangan ke sasaran. Suasana latihan yang interaktif diharapkan mampu menumbuhkan minat anak terhadap pencak silat sekaligus menjadi wadah pembinaan atlet berprestasi di masa depan.

Melalui pembinaan sejak usia dini, pencak silat diharapkan tidak hanya menjadi sarana olahraga dan bela diri, tetapi juga media pendidikan karakter yang menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta kecintaan terhadap budaya bangsa.